Selasa 21 April 2026 - 16:35
Apresiasi Ayatullah Araki atas Sikap Berani Paus Leo XIV

Hawzah/ Dalam sebuah surat kepada Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Ayatullah Araki menulis: Ketika Anda menyebut ancaman “kehancuran sebuah peradaban secara menyeluruh” dan “agresi terhadap negara lain” sebagai “sepenuhnya tidak dapat diterima”, itu bukan sekadar pernyataan politik, melainkan suara hati nurani moral umat manusia.

Berita Hawzah – Berikut isi surat apresiasi Ayatullah Mohsen Araki, anggota Dewan Tinggi Hawzah Ilmiyah dan anggota pimpinan Majelis Khobregan Rahbari, atas sikap berani Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik:

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi

Yang Mulia Paus Leo XIV
Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik

Dengan penuh hormat, saya menulis surat ini kepada Anda dalam situasi di mana suara lantang Anda dalam membela perdamaian dan keadilan bersinar seperti cahaya di tengah kegelapan para pengobar perang dan pemegang kekuasaan.

Di dunia di mana logika kekuatan telah menggantikan dialog, dan ancaman penghancuran peradaban telah menjadi kebijakan biasa dari presiden Amerika yang sombong dan zalim, Anda telah bangkit untuk menolong jutaan manusia tak berdaya—para korban perang, pengungsi, serta para ibu yang kehilangan anak-anak mereka dalam kobaran bom—dan Anda menyuarakan dukungan bagi mereka.

Ketika Anda menyebut ancaman “kehancuran sebuah peradaban secara menyeluruh” dan “agresi terhadap negara lain” sebagai “sepenuhnya tidak dapat diterima”, itu bukanlah sekadar pernyataan politik, melainkan seruan hati nurani moral umat manusia. Anda menunjukkan bahwa mengikuti Injil berarti berdiri melawan ilusi kekuasaan arogan yang menjadi sumber peperangan dan ketidakamanan.

Penyebaran gambar palsu Trump dalam wujud Yesus Kristus merupakan tindakan kufur dan penghinaan terhadap kesucian seluruh agama samawi, serta serangan terhadap keyakinan miliaran umat Kristen dan Muslim di dunia. Anda dengan tepat memperingatkan bahwa “pesan Injil tidak boleh disalahgunakan”. Tindakan ini menunjukkan sejauh mana sebagian penguasa dapat melangkah dalam memutarbalikkan kebenaran dan menghina hal-hal suci demi pencitraan dan menipu opini publik. Namun, kebenaran tidak akan pernah tertutup oleh kebohongan dan penghinaan.

Yang Mulia, Anda telah membuktikan bahwa kepemimpinan Gereja tidak tunduk kepada para penindas dan tidak pula berdiam diri demi menjaga kepentingan politik. Penghinaan dan ancaman dari Trump bukan hanya tidak menggoyahkan posisi Anda, tetapi justru menambah ketinggian dan kemuliaan sikap Anda. Sejarah akan mengenang para pejuang perdamaian, bukan mereka yang dengan menghina kesucian dan mengancam peradaban hanya meninggalkan aib dan kehinaan.

Penghinaan Trump terhadap pemimpin terhormat umat Katolik dunia pada hakikatnya adalah penghinaan terhadap jutaan manusia yang mendambakan kehidupan damai. Ia mengira dengan retorika keras dapat membungkam suara hati nurani, padahal penghinaan ini justru menjadi bukti kerusakan, kemerosotan, dan kerendahan pelakunya serta kepribadiannya yang hina dan sakit.

Pada akhirnya, sekali lagi kami menghargai sikap berharga Anda ini dan menyampaikan terima kasih, serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Besar agar keadilan dan perdamaian terwujud di seluruh dunia.

Mohsen Araki

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha